Kamis, 25 November 2010

Jangan Nodai C I N T A

LOVE… LOVE… LOVE… LOVE… LOVE…

CINTA… CINTA… CINTA… CINTA… CINTA…

Sahabat
Lagi-lagi Cinta
Cinta lagi, Cinta lagi
Sebenarnya apa sie CINTA itu

Dan bagaimana cara mengubah CINTA
Dari kata sifat atau kata benda
Menjadi kata kerja?

Sebenarnya siapa yang layak mendapatkan pengorbanan CINTA
Lalu mengapa harus pengeorbanan CINTA?

Sahabatku
Banyak diantara kita
Yang pernah berkata bahwa: CINTA membutuhkan PENGORBANAN
Ehmmm PENGORBANAN?

Sahabat, aku hanya ingin mengulang tentang arti dari CINTA pada pembahasan jangan nodai CINTA sebelumnya:

Kita semua tahu apa itu arti CINTA
Tapi menurut saya CINTA itu sangatlah sulit untuk diartikan, karena di dalam Kamus Bahasa Indonesia, CINTA itu sendiri memiliki beberapa arti.
Yang pertama adalah kasih sayang yang besar sekali
Yang kedua adalah kasih sayang yang besar sekali dan keinginan memiliki
Yang ketiga adalah keinginan yang besar untuk mencapai fitrah
Yang keempat adalah rasa terikat dan ingin memilikinya terus kalau perlu berkorban untuk mempertahankannya
- Belajar tentang CINTA (Abi Priyo) -

Dan disini saya akan mengajak sahabat untuk fokus pada arti yang keempat

“berkorban untuk mempertahankannya”

Sahabat
Disinilah awal dari CINTA kata sifat, kata benda atau kata kerja
Mengapa?

Mari kita berfikir sebentar mengenai CINTA kata sifat
Tentunya diantara kita pernah mengalami hal serupa
‘JATUH CINTA’
YA!

Disinilah awal perkara kata sifatnya CINTA
Terkadang sering kali ketika kita sedang mengalami hal ini
Diri ini tak mampu untuk mengontrol emosi
Yang ada, adalah kita terbawa oleh CINTA yang dating itu
Sehingga terkadang membuat kita menjadi manusia
Yang merasa tak bias hidup, tanpa orang yang dicintai
Membuat kita, terlena segalanya
Membuat kita, ingin selalu berada didekatnya (padahal belum menjadi mahram)
Membuat kita, menikmati wajah sang pujaan dengan cara menjambret pandangan (curi-curi pandang, gitu dech.. hihihihi ^^)
Dan inilah sifat fitrah itu
Maka CINTA yang seperti ini
Saya sebut adalah CINTA kata sifat

Lalu bagaimana dengan CINTA kata benda?

Sahabat, disini saya ingin menjelaskan
Bahwa CINTA kata benda tak ada jauhnya dengan kata sifat
Karena menurutku, CINTA kata benda adalah terusan dari CINTA kata sifat

Sahabat
Pernahkah kita memiliki benda kesayangan?
Atau mengejar untuk mendapatkan benda itu?
Dengan cara bersusah payah untuk mendapatkannya?
Atau klo perlu benda kesayangan itu hilang? Bagaimana perasaanmu?

Tentu kita tahu tentang cerita-cerita mereka yang mati tertimbun hartanya sendiri
Contoh: Kisah Qarun dalam Al-Qur’an. Didalam Al-Qur’an digambarkan dengan jelas sebesar apa kunci pintunya dan sebanyak apa kekayaannya. Namun lihatlah diakhir kisahnya, bahwa ia mati tertimbun hartanya sendiri.

Ingat Sahabatku
ALLAH say: Alhakumut Takatsur! (Qur’an Surat, 102 : 1)

Dan ingat pula
ALLAH say:
Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Qur’an Surat, 9 : 24)

Dan semoga kita tak termasuk dalam golongan orang-orang fasik

Lalu apa yang dimaksud dengan CINTA kata kerja

Buatku CINTA adalah kata kerja. Yaitu kerja-kerja yang dibuktikan dengan ketulusan dan keikhlasan.

CINTA kata kerja adalah cinta yang mampu mengubah seorang pecinta menjadi seorang yang LUAR BIASA, karena CINTA adalah energi yang mampu membangkitkan sesuatu yang tertidur (hehehehehehe… kesannya tukang tidur)

Lalu bagaimana cara merubah CINTA menjadi kata kerja?

Sahabatku
Mari kita merevolusi CINTA kita
Dari kata sifat atau kata benda menjadi kata kerja

Sahabat
Fokuslah dahulu pada sebuah VISI
Akhirat atau Dunia?

Setelah itu
Bagaimana cara menuju VISI
Yaitu dengan MISI
Jika Visi kita Akhirat
Tentu amal shalih adalah Misi dari Visi itu

Namun jika Dunia Visi kita
Silahkan berbuatlah sesukamu, tanpa memperdulikan apapun

Setelah itu BERGAIRAHLAH dalam mencapainya

(‘afwan nie Akh Salim.. hehehehehe ^__^)

Lalu siapa yang layak mendapatkan pengorbanan CINTA?

Sahabatku
Ingatlah, siapa yang menjagamu selama ini?
Yang memberimu kenikmatan melihat?
Yang memberikan udara, sehingga kita dapat menghirupnya dan bernafas

Sahabatku
Dengarlah, siapa yang membuat ala mini begitu mempesona?
Lihatlah, siapa yang merancangnya, dengan rancangan sempurna?

Dialah RABB kita
RABB Yang Maha Suci dan Maha Tinggi

ALLAH
Dan ALLAHlah yang sangat-sangat berhak mendapatkan pengorbanan dari waktu kita, harta kita bahkan jiwa kita.
-------------------------------------------------
- Salman Ar-Rasyid -
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar