Jumat, 26 November 2010

Nasihat Ali bin Abi Thalib Kepada Para Pemimpin (Bagian Pertama)

Inilah sebuah instruksi dari hamba Allah, Amirul Mukminin, kepala Negara, Ali bin Abi Thalib kepada Malik bin Harits Al-Asytar, ketika ia diangkat menjadi Gubernur Mesir untuk mengurus pajaknya, memerangi musuhnya, memperbaiki kondisi penduduknya dan memakmurkan negaranya.

1. Takut dan Taatlah Hanya pada Allah

Ali memerintahkan pada Gubernur Mesir untuk bertakwa kepada Allah, dan selalu taat kepadaNya. Mengikuti perintah Allah sebagaimana tertuang dalam kitabNya (Al-Qur’an), baik perintah yang wajib maupun yang sunnah, lebih dari apapun bahkan permintaan dari para pemilihnya. Tidak menjalankan apa yang tidak sesuai dengan kebijaksaan atau yang dapat membuat seseorang menjadi jahat. Elakkan semua itu dengan menolak dan melawannya, berlindung pada kebesaran Allah dengan segenap hati, tangan (perbuatan) dan lidah (perkatan). Dengan begitu, Allah yang Maha Kuasa akan menolong mereka yang telah membantuNya dan akan melindungi mereka yang senantiasa beribadat kepadaNya.

Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib memberi nasehat pada Gubernur itu agar ia mengendalikan hawa nafsu ketika menghadapi syahwat yang bergejolak dan tidak mengikutinya. Karena hawa nafsu cenderung berujung pada keburukan, kecuali bagi orang-orang yang dirahmati Allah.

2. Harta Karun Termahal

Ketahuilah wahai Malik, bahwa aku telah mengangkatmu menjadi seorang Gubernur dari sebuah negeri yang dalam sejarahnya berpengalaman dengan pemerintahan-pemerintahan yang benar maupun yang tidak benar. Sesungguhnya orang-orang akan melihat segala urusanmu sebagaimana engkau dahulu melihat urusan para pemimpin sebelummu. Rakyat akan mengawasimu dengan matanya yang tajam, sebagaimana kamu menyoroti pemerintahan sebelumnya juga dengan pandangan yang tajam.

Mereka akan bicara tentangmu, sebagaimana kau bicara tentang mereka. Sesungguhnya rakyat berkata yang baik-baik tentang mereka yang berbuat baik pada mereka. Mereka akan menggelapkan semua bukti dari tindakan baikmu.

Karenanya, harta karun terbesar akan kau peroleh jika kau dapat menghimpun harta karun dari perbuatan-perbuatan baikmu. Jagalah keinginan-keinginanmu agar selalu di baawah kendali, dan jauhkan dirimu dari hal-hal yang terlarang. Dengan sikap yang waspada itu, kau akan mampu membuat keputusan di antara sesuatu yang baik atau yang tidak baik untuk rakyatmu.

3. Cintai dan Kasihilah Rakyatmu

Kembangkanlah sifat kasih dan cintailah rkayatmu dengan lemah lembut. Jadikanlah itu sebagai sumber kebijakan dan berkah bagi mereka. Jangan bersikap kasar dan jangan memiliki sesuatu yang menjadi milik dan hak mereka. Sesungguhnya manusia itu ada dua jenis, yakni orang-orang yang merupakan saudara seagama denganmu dan orang-orang sepertimu.

Mereka adalah makhluk-makhluk yang lemah, bahkan sering melakukan kesalahan. Bagaimanapun,berikanlah ampun dan maafmu sebagaimana engkau menginginkan ampunan dan maaf dari-Nya. Sesungguhnya engkau berada diatas mereka dan urusan mereka ada dipundakmu. Sedangkan Allah berada di atas orang yang mengangkatmu. Allah telah menyerahkan urusan mereka kepadamu dan menguji dirimu dengan urusan mereka.

Janganlah engkau persiapkan dirimu unutk memerangi Allah, karena engkau tidak mungkin mampu menolak azab-Nya dan tidak mungkin dirimu akan meninggalkan ampunan dan rahmat-Nya.

4. Lembut dan Rendah Hati

Janganlah pernah menyesal atas ampunan yang kau berikan. Begitupun janganlah bergembira dengan sebuah hukuman. Jangan puma tergesa-gesa memutuskan atau melakukan semata karena emosi, semntara engkau sebenarnya dapat memperoleh jalan keluar.

Jangan katakan, “ Aku ini telah diangkat menjadi pemimpin, maka aku bias memerintahkan dan harus ditaati.” Karena hal itu kan merusak hatimu sediri, melemahkan keyakinanmu pada agama dan menciptakan kekacauan dalam negerimu.

Bila kau merasa bahagia dengan kekuasaanmu atau malah merasa semacam gejala rasa bangga atau ketakaburan, maka pandanglah kekuasaan dan keagungan pemerintahan Allah atas semesta, yang kamu sama sekali tak mampu kuasai. Hal itu akan merendahkan ambisimu, mengekang kesewenang-wenanganmu dan mengembalikan pemikiranmu yang terlampau jauh.

Jangan sampai engkau melawan Allah dalam keagungan-Nya dan menyerupai-Nya dalam keperkasaan-Nya. Sesungguhnya Allah akan merendahkan setiap orang yang angkuh dan menghinakan setiap orang sombong.

5. Hormati Keadailan dan Hak Asasi

Taatilah hak-hak Allah dan hak-hak orang lain dan ajaklah keluarga dan teman-temanmu serta rakyatmu untuk melakukan hal yang sama. Dan bila yang terjadi sebaliknya, maka kau sudah berbuat zalim, pada dirimu sendiri juga pada kemanusiaan. Pada saat itu, bukan hanya manusia, tapi juga Allah akan menjadi musuhmu. Siapa yang bagi Allah menjadi musuh, maka dia akan jatuh. Sampai akhirnya ia merasa dosanya begitu dalam dan memohon dengan sangat ampunan dari-Nya.

Tidak ada yang lebih bias mengubah nikmat Allah dan mempercepat azab-Nya selain tindakan zalim. Sesungguhnya Allah mendengar do’a orang-orang yang terzalimi dan Dia Maha Mengawasi orang-orang yang berbuat zalim.

...... Bersambung Insya ALLAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar