Kamis, 14 Oktober 2010

Belajar Membangun Bisnis dari Pendiri Perusahaan Motor Honda


Bila Anda saat ini sedang merasa malu karena “Terpaksa” menjual perhiasan istri Anda buat modal kerja, maka mulai sekarang jangan malu lagi & belajarlah pada Soichiro Honda, pendiri salah satu pabrik otomotif terbesar di dunia : HONDA MOTORS. CO.LTD.

Soichiro Honda lahir ditahun 1906. la adalah putra sulung Gihei. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga besarnya yang sangat berat, Gihei membuka bengkel reparasi sepeda.

Sejak kecil, Honda sudah terpaksa membantu ayahnya mencari nafkah di bengkel. Meski berat, namun Honda menyukai pekerjaannya & dari situlah ia mulai belajar hal-hal tehnik & membuatnya sangat menyukai mesin. Honda menjadi senang mengamati cara kerja mesin penggilingan padi, ia suka menunggu berjam-jam petugas memasang kabel telpon, senang mengamati pesawat terbang militer Amerika di pangkalan Hamamatsu desanya, serta mengagumi satu-satunya mobil di desa tetangganya.

Saking senang pada mobil, maka Honda jadi malas belajar & berkali-kali tak naik kelas hingga ia lulus SD pada usia 14 tahun & magang di-Art Shokai, sebuah bengkel mobil di Tokyo. Meskipun ia masih muda & banyak pelanggan yang meremehkan hasil kerjanya, namun Honda selalu bekerja dengan rajin & menyelesaikan semua tugasnya dengan baik. Bahkan saat pimpinannya memberi kesempatan, Honda malah berhasil membuat mobil balap dari bahan seadanya di-bengkel. Dan yang lebih gila lagi,saat tak ada yang berani mengemudi mobil “Ala kadarnya” itu, ia nekat menjadi pengemudinya & berhasil menjadi juara serta menciptakan rekor kecepatan yg bertahan s/d. 10 tahun.

Akhirnya, di-usia 21 tahun, boss-nya memberi kesempatan Honda membuka cabang Art Shokai di-Hamamatsu, di-kota inilah ia bertemu gadis cantik yang di-kemudian hari menjadi istrinya.

Sebagai pimpinan bengkel baru, Honda sangat sedih saat bengkelnya tak laku, namun ia bekerja keras siang malam melayani pelanggannya dengan sungguh-sungguh, dan hanya dalam 2 tahun saja bengkelnya laku keras & menjadikannya pengusaha tersukses di-kota Hamamatsu.

Tahun 1931, ia berhasil menciptakan jeruji roda dari besi tuang & mendapat paten. la juga menciptakan ring piston, namun gagal. Kegagalan ini menimbulkan niatnya untuk sekolah lagi di Sekolah tinggi tehnik Hamamatsu, namun tak lulus meski sudah belajar mati-matian. Karena sibuk sekolah, maka usaha bengkelnya perlahan-lahan surut & bangkrut, Hondapun menjadi miskin.

Tapi Honda tidak menyerah !!! ia meminjam perhiasan mas kawin istrinya untuk dijadikan modal kerja lagi. Meski dimasa perang, ia justru nekat membuka bengkel yang memasok suku-suku cadang militer serta menjadi subkontraktor Toyota yang waktu itu sudah memproduksi mobil. Dan dari Toyota-lah, Honda belajar mengenai manajemen industri mobil. Namun usai perang, Honda terpaksa harus menjual pabriknya setelah hancur terkena bom. Dan iaapun menjual pabriknya ke-Toyota.

Setelah itu ia beristirahat selama setahun & dengan modal pinjaman, serta sekali lagi perhiasan istrinya dipreteli, ia mendirikan Honda Technical Research lnstitute. yang berhasil memproduksi mesin sendiri & menciptakan sepeda motor yang bermesin sisa-sisa mesin perang. Motor murah meriah inipun laris dipasaran hingga 500 unit & menjadi tonggak arah awal bagi Honda untuk menguasai industri otomotif dunia seperti saat ini.

Sejak saat itulah sinar karirnya begitu cemerlang & penuh inovasi. Berbekal pinjaman dari Mitsubishi Bank, ia mengembalikan perhiasan istrinya yang digadaikannya. Industri otomotif yang dibangunnya saat ini menjadi salah satu industri paling disegani didunia.

Siapa sangka anak seorang tukang reparasi sepeda, bisa menjadi penguasa industri otomotif dunia ???. Kita pun bisa !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar